“Awalnya karena lebih praktis, tetapi lama-kelamaan saya menyadari bahwa ini juga menjadi cara sederhana untuk ikut mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan transportasi umum tidak hanya membantu perjalanan menjadi lebih terukur dan efisien, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Hal serupa disampaikan Christovanly, yang memilih menggunakan TransJakarta sebagai moda transportasi menuju kantor.
“Selain lebih hemat, saya juga merasa ikut berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan konsumsi BBM. Perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan kecil,” katanya.
Sementara itu, semangat yang sama tumbuh di lingkungan PTPN IV Regional III Riau, di mana sejumlah karyawan mulai membiasakan diri berangkat ke kantor menggunakan sepeda melalui Komunitas Gowes Regional III (Go_R3).
Ketua komunitas, Hendra, mengatakan minat karyawan untuk bersepeda terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
“Bersepeda bukan hanya menyehatkan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi. Kami berharap gerakan ini terus berkembang dan menjadi budaya bersama,” ujarnya.
Di wilayah lain, komitmen terhadap mobilitas rendah emisi juga diwujudkan melalui kebiasaan berjalan kaki. Rahmad Syahputra, karyawan PTPN IV Regional I Medan, memilih berjalan kaki menuju kantor setiap hari sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Komentar