Seputar Publik / Berita

Diduga Diintimidasi Usai Liputan, Jurnalis Nuansa Metro Dapat Ancaman, AMKI Jawa Barat Desak Aparat Bertindak

Jurnalis Nuansa Metro mengaku menerima ancaman dari nomor tak dikenal setelah memberitakan dugaan aktivitas pengerukan lahan di kawasan PJT II Cikampek. AMKI Jawa Barat meminta dugaan intimidasi diusut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ilustrasi kebebasan pers. Dugaan intimidasi terhadap jurnalis usai menjalankan tugas peliputan menjadi perhatian AMKI Jawa Barat yang meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara profesional. Ilustrasi kebebasan pers. Dugaan intimidasi terhadap jurnalis usai menjalankan tugas peliputan menjadi perhatian AMKI Jawa Barat yang meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara profesional.

Seputarpublik.com || KARAWANG – Kebebasan pers kembali menjadi perhatian setelah seorang jurnalis media daring Nuansa Metro, yang akrab disapa Mpit, mengaku mengalami dugaan intimidasi dan ancaman dari orang tak dikenal usai menerbitkan pemberitaan mengenai dugaan aktivitas pengerukan lahan di kawasan Perum Jasa Tirta (PJT) II Cikampek, Kabupaten Karawang.

Menurut pengakuan Mpit, intimidasi tersebut diterimanya melalui sejumlah panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal. Ia menyebut isi percakapan tidak hanya berisi cacian dan makian, tetapi juga ancaman yang diduga mengarah pada keselamatan dirinya.

> "Setelah berita terkait PJT II Cikampek ramai diperbincangkan, saya sering menerima telepon dari orang yang tidak dikenal. Isinya cacian dan intimidasi, bahkan sempat menyebut soal pistol dan akan mencari saya," ujar Mpit kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).

Ia menjelaskan, percakapan tersebut tidak sempat direkam karena hanya memiliki satu telepon seluler yang digunakan sebagai alat komunikasi sekaligus perangkat kerja saat melakukan peliputan.

> "Sayangnya tidak sempat saya rekam karena saya hanya memiliki satu handphone. Saat menerima telepon, saya tidak bisa merekam pembicaraan itu," katanya.

Tulis Komentar

Komentar