Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, serta operasi modifikasi cuaca.
Upaya tersebut didukung dengan pengerahan 30 helikopter di Kalimantan dan 22 helikopter di Sumatera.
Perlu Kolaborasi dan Respons Cepat
Diskusi FWK pada akhirnya menempatkan penanganan karhutla sebagai persoalan yang membutuhkan respons cepat dan kolaborasi lintas sektor.
Selain pemerintah pusat dan daerah, upaya penanganan juga membutuhkan dukungan aparat, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Penguatan anggaran, efektivitas pemadaman, pencegahan meluasnya titik api, serta perlindungan kesehatan masyarakat menjadi sejumlah aspek yang dinilai perlu mendapatkan perhatian secara berkelanjutan.
Di tengah masih berlangsungnya karhutla di sejumlah wilayah, peserta diskusi mendorong agar pemerintah terus memperkuat langkah penanganan sekaligus memastikan dukungan sumber daya dan anggaran dapat digunakan secara tepat sasaran.(*/red)
Komentar