Sejumlah siswa diketahui telah memiliki pengalaman tampil di depan publik, antara lain sebagai petugas upacara, pengibar bendera, pembaca Undang-Undang Dasar, pembaca doa, hingga pembawa acara.
Salah satu peserta, Fairuz, bahkan mendapat kesempatan mempraktikkan peran sebagai pembawa acara dalam kegiatan pengibaran bendera.
Nurlina kemudian menjelaskan bahwa membangun personal branding diawali dengan kemampuan mengenali diri sendiri, termasuk kepribadian, kelebihan, kekurangan, nilai, karakter, dan pengalaman.
Menurutnya, personal branding merupakan gambaran atau penilaian seseorang di hadapan publik dalam menampilkan kepribadian serta nilai-nilai yang menjadi ciri khas dirinya.
Ia menjelaskan, personal branding dapat memberikan sejumlah manfaat, antara lain meningkatkan kepercayaan orang lain, membuka peluang kerja, dan memperluas relasi.
Untuk membantu peserta mengenali diri, Nurlina menggunakan sejumlah aktivitas sederhana, termasuk menggali warna kesukaan dan hobi para siswa.
Peserta menyebutkan berbagai hobi, seperti memasak, memancing, bermain karambol, dan berenang.
Komentar