Seputar Publik / Berita

Dukung Mandiri Energi Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan Singkong di Lampung

PTPN I Regional 7 membuka peluang investasi pengembangan singkong untuk bahan baku etanol, mendukung target energi terbarukan dan ketahanan energi nasional.
Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 7 menyiapkan lebih dari 10 ribu hektare lahan singkong di Lampung untuk mendukung pengembangan etanol dan program Mandiri Energi Nasional. Peluang investasi dibuka guna memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 7 menyiapkan lebih dari 10 ribu hektare lahan singkong di Lampung untuk mendukung pengembangan etanol dan program Mandiri Energi Nasional. Peluang investasi dibuka guna memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Rapat yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung tersebut dihadiri Kepala DKPTPH Provinsi Lampung, Dr. Elvira Umihani, S.P., M.T., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung sekaligus Ketua National Cassava Center (NCC), Kuswanta, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Paparan terkait kesiapan PTPN dalam program tersebut disampaikan Ketua Tim Percepatan Hilirisasi Komoditas Ubi Kayu Holding Perkebunan Nusantara, Erwin Sialagan.

Dalam sambutannya, Elvira Umihani menjelaskan bahwa Provinsi Lampung saat ini merupakan sentra utama produksi singkong nasional dengan kontribusi sekitar 62 persen terhadap total produksi nasional. Menurutnya, terdapat 72 pabrik tapioka di Lampung yang sebagian besar bahan bakunya berasal dari petani rakyat.

“Ada 72 pabrik tapioka di Lampung. Bahan bakunya dipasok dari singkong rakyat. Lebih dari 314 ribu keluarga menggantungkan perekonomiannya dari budidaya singkong. Produksinya mencapai sekitar 15 juta ton per tahun dengan produktivitas rata-rata 7,5 ton per hektare,” ujarnya.

Meski produksi singkong Lampung tergolong tinggi, Elvira menegaskan bahwa pengembangan industri etanol membutuhkan kepastian pasokan bahan baku dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan mandat kepada Holding Perkebunan Nusantara untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut.

Tulis Komentar

Komentar