“PTPN dinilai memiliki potensi dan sumber daya yang kuat untuk menjalankan mandat ini. Karena itu, seluruh pihak, khususnya calon investor, kami undang untuk membahas strategi dan teknis pelaksanaannya. Hari ini pihak PTPN memaparkan kesiapan yang dimiliki agar para pelaku usaha dapat segera mengambil langkah positif,” katanya.
Sementara itu, Erwin Sialagan menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan implementasi bahan bakar campuran E-20 pada tahun 2028, yakni bensin dengan kandungan etanol sebesar 20 persen yang berasal dari bahan baku terbarukan, terutama singkong.
“Sebanyak delapan juta kiloliter etanol diperkirakan dapat dihasilkan dari ubi kayu yang ditanam di lahan seluas 104 ribu hektare. Target tersebut harus dicapai hingga tahun 2029. Untuk tahap awal, pada tahun 2026 ditargetkan terealisasi 10 ribu hektare dan selanjutnya akan dipercepat hingga mencapai angka tersebut. Dengan demikian, pasokan bahan baku industri etanol dapat terjaga secara berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Erwin memaparkan potensi lahan yang dimiliki PTPN I Regional 7 yang dapat segera dimanfaatkan investor. Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, Holding Perkebunan Nusantara menyediakan lahan, sementara aspek budidaya, pembiayaan, teknologi, hingga pemilihan varietas menjadi tanggung jawab mitra usaha.
Komentar