Bagi Keluarga: Mendorong keharmonisan dalam hubungan keluarga dengan membimbing anak sesuai dengan bakat mereka.
Bagi Organisasi: Mengurangi kesalahan penempatan staf dan meningkatkan interaksi antar karyawan.
Dengan menggunakan teknologi AI, kata Ary Ginanjar proses penilaian pegawai yang biasanya memakan waktu hingga 24 minggu kini dapat diselesaikan dalam waktu hanya 3 detik setelah pengisian assessment.
Ary Ginanjar menekankan bahwa RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi ini.
Pj. Wali Kota Bekasi memberikan dukungan penuh terhadap program ini, Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan AI dalam mengidentifikasi bakat dengan cepat dan efisien.
Ia berharap seluruh perangkat daerah di Kota Bekasi dapat mengikuti jejak RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid dalam penerapan Talent DNA AI.
Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Dr. dr. Kusnanto Saidi, MARS, juga menekankan pentingnya program ini untuk menempatkan pegawai sesuai dengan passion mereka.
Dengan kolaborasi bersama ESQ, ia berharap pegawai dapat bekerja dengan nyaman dan efektif.Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan komitmen RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Tetapi juga menjadi langkah maju dalam pemanfaatan teknologi untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan di Indonesia,” Pungkasnya.
(*/ASN)
Komentar