Kecepatan penyebaran informasi, menurut pesan yang disampaikan dalam paparan tersebut, perlu diimbangi dengan proses verifikasi dan pemahaman konteks. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menerima kabar, tetapi juga dapat memahami latar belakang dan dampak suatu peristiwa.
Ke depan, peran pers diharapkan tidak berhenti pada penyampaian berita. Pers juga perlu membantu masyarakat memahami apa yang terjadi, mengapa peristiwa itu terjadi, apa dampaknya, dan bagaimana berbagai fakta saling berkaitan.
Pers sebagai penjaga masa depan bangsa
Menutup paparannya, Ace menegaskan bahwa peran pers memiliki arti penting bagi masa depan Indonesia. Pers yang merdeka, profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan dinilai dapat berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus mendukung perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Pers yang merdeka, profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan bukan hanya penjaga informasi. Pers adalah salah satu penjaga masa depan Indonesia,” tutup Ace.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI didampingi Deputi PPNK Lemhannas RI, Mayor Jenderal TNI Raden Djaenudin Slamet, S.E., serta sejumlah pejabat struktural Lemhannas RI.
Rakernas FWK 2026 juga dihadiri Founder FWK Hendry CH Bangun, jajaran FWK, para pemimpin redaksi media massa, serta wartawan nasional dan daerah.
Melalui pesan tersebut, penguatan jurnalisme kebangsaan menjadi salah satu seruan penting bagi insan pers untuk menjaga profesionalisme, merawat persatuan, dan memastikan kepentingan publik tetap menjadi orientasi utama dalam kerja jurnalistik.(Red.)
Seputarpublik.com — Tepat dan Berimbang.
Komentar