Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, dunia usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh budaya, media massa, serta berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan Jakarta.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian statistik maupun pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Pembangunan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari warga. Pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, bantuan sosial, dan transportasi publik tetap menjadi prioritas agar manfaat pembangunan tidak hanya terlihat dalam data, tetapi juga dirasakan masyarakat," katanya.
Memasuki satu tahun menuju usia ke-500, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga. Fokus pembangunan meliputi peningkatan layanan publik, penguatan sistem transportasi umum yang terintegrasi, perluasan akses air bersih perpipaan, pengendalian banjir, hingga transformasi digital pemerintahan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan.
Selain itu, Jakarta juga terus menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi tantangan perkotaan masa depan, seperti perubahan iklim, pengelolaan sampah, pengendalian banjir, serta pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembangunan yang berkelanjutan.
Pramono berharap saat memasuki usia lima abad pada tahun depan, Jakarta semakin kokoh sebagai kota global yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial, nyaman dihuni, sekaligus mampu mempertahankan identitas budaya dan semangat kebersamaan yang menjadi karakter khas ibu kota.
"Kita berharap Jakarta menjadi kota yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial, dan nyaman ditinggali. Kota yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas, budaya, dan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan Jakarta," pungkasnya.(*/hel)
Komentar