Menurutnya, pelatihan tahun ini dirancang lebih komprehensif dengan menghadirkan materi tambahan berupa teknik butcher, yakni metode pemotongan dan pengelompokan daging sesuai standar distribusi yang lebih profesional.
Materi penyembelihan halal disampaikan oleh trainer nasional bersertifikat SKKNI, sementara sesi teknik butcher dibawakan oleh praktisi berpengalaman Adus Salam, yang akrab disapa Cang Adus, mantan butcher profesional yang pernah bekerja di Brunei Darussalam.
Dalam sesi praktik tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pengenalan tekstur daging, teknik pemotongan yang tepat, hingga metode pemilahan daging agar distribusi kurban dapat dilakukan secara optimal dan efisien.
Panitia menyebutkan, peserta pelatihan tahun ini berasal dari berbagai daerah, di antaranya Pamulang, Mandalawangi (Pandeglang), Bekasi, hingga Pulau Tidung. Mereka merupakan perwakilan dari masjid dan mushala yang dipersiapkan untuk menjadi panitia serta juru sembelih kurban pada perayaan Idul Adha mendatang.
Sebagai bentuk pengakuan kompetensi dasar, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan juga memperoleh sertifikat JULEHA.
Selain materi teknis, kegiatan ini turut menghadirkan edukasi dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cengkareng mengenai pentingnya perlindungan kerja bagi juru sembelih dan panitia kurban selama menjalankan tugas.
Panitia berharap pelatihan seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal, sekaligus memperluas wawasan dan profesionalisme para juru sembelih di tengah masyarakat.
Dengan pembekalan yang lebih terstruktur dan profesional, PCNU Jakarta Barat berharap pelaksanaan kurban tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, higienis, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.(*/hel)
Komentar