Beranda
Seputar Publik / Nusantara

Jelang Ramadhan, TPU Sibuhuan Mulai Ramai Didatangi Peziarah

Masyarakat yang datang untuk berziarah di TPU Banjar kubur datang silih berganti. Masyarakat yang datang untuk berziarah di TPU Banjar kubur datang silih berganti.

Seputarpublik, Palas – Sejumlah masyarakat mulai memadati beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kabupaten Padang Lawas (Palas). Ini adalah sebuah tradisi umat Islam setiap tahun bila menjelang bulan suci Ramadhan 2023.

Tak terkecuali di TPU Banjar Kubur, Lingkungan IV, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Palas, Selasa (21/03/2023) sore.

Tradisi tahunan ini pun tidak lupa dilewatkan keluarga Boru Hasibuan (47), warga Pasar Sibuhuan, yang baru pulang dari perantauan. Dia bersama pasangan dan keluarga besarnya turun mendatangi TPU Banjar Kubur untuk melakukan ziarah.

Pekarangan kuburan pun dibersihkan, doa-doa mereka panjatkan untuk yang sudah meninggal, meletak bunga dan terakhir meyiram batu nizan satu persatu setiap kuburan keluarga yang di ziarahi.

Pantauan di lokasi, sejak pagi hingga sore ini terlihat banyak warga yang mendatangi silih berganti TPU Banjar kubur untuk mendoakan kerabat masing-masing yang sudah meninggal dunia. Mereka terlihat berziarah bersama sanak saudara dengan memetik bunga yang ada dilokasi hingga membawa air yang disediakan penjaga TPU tersebut.

Selain berdoa, warga juga nampak membersihkan makam, menyapu daun-daun kering yang berguguran di sekitar pusara kerabat. Mereka juga menaburkan bunga dan menuangkan air ke makam.

Hal yang sama juga dilakukan keluarga besar Farhan (56), warga kelurahan Pasar Sibuhuan. Mereka datang secara bersama-sama dengan keluarganya menuju TPU Banjar kubur, Kelurahan Pasar Sibuhuan Kecamatan Barumunn.

Dalam tradisi tahunan ini, ada beberapa kuburan keluarga yang telah meninggal dunia diziarahi.

“Alhamdulillah, selagi ada waktu sudah ada 6 kuburan yang sudah selesai kami bersihkan dan membaca doa-doa kepada sanak family yang lebih duluan dipanggil Allah SWT,” kata Farhan

Disamping itu, Menurut pengakuan salah seorang pedagang air minum dan Gorengan di depan TPU Banjar kubur, Ibu Lin (37) masyarakat yang datang ke TPU ini sudah terlihat ramai dalam dua minggu ini.

Ia menyebutkan, pada umumnya TPU ini terlihat ramai hingga sehari sebelum puasa, atau menjelang tradisi “Mandi untuk menyucikan diri menyambut Ramadhan. Biasanya beramai-ramai dilakukan di sungai”. (Marpangir).

“Dalam dua minggu yang ini sudah banyak peziarah yang datang, tetapi hari yang paling ramai peziarah datang adalah mulai hari sebelum puasa,” jelasnya.

Bu Lin mengakui hal tersebut juga menguntungkan untuk pedagang seperti kami ini, karena banyak keluarga yang datang untuk ziarah ke kubur, dan kami dapat rezeki dari orang yang datang silih berganti membeli makanan dan minuman ringan ke tempat kami.

“Dengan banyaknya masyarakat yang melakukan ziarah kubur membawa keuntungan untuk para pedangang seperti kami ini. Katanya.

Ia menjual gorengan Tahu, Bakwan, dan Pisang gorengseharga Rp1000 per satu gorengannya, tetapi ada juga yang membeli sebanyak Rp10robu an., hingga lebih, pungkasnya sambil melayani peziarah yang datang membeli ke tempatnya.