Seputar Publik / Berita

Jupiter dan Tokoh Masyarakat Hadiri Festival Dekorasi Kampung Betawi di KBU

Tokoh masyarakat, seniman, dan pemerintah berkolaborasi dalam Festival Dekorasi Kampung Betawi sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya Betawi menjelang 500 Tahun Jakarta.
Festival Dekorasi Kampung Betawi di Kota Bambu Utara menjadi ajang pelestarian budaya, memperkuat persatuan warga, dan meneguhkan identitas Betawi sebagai bagian penting wajah Jakarta. Festival Dekorasi Kampung Betawi di Kota Bambu Utara menjadi ajang pelestarian budaya, memperkuat persatuan warga, dan meneguhkan identitas Betawi sebagai bagian penting wajah Jakarta.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mewariskannya kepada generasi muda agar identitas budaya kita semakin kuat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Betawi Kota Bambu, H. Muhammad Nuh, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan warga Betawi agar budaya yang diwariskan para leluhur tetap bertahan.

“Kalau kita kompak dan rukun, kita akan disegani. Tapi kalau terus mencari perbedaan hingga menimbulkan perpecahan, kita akan dilecehkan,” ujar H. Muhammad Nuh.

Ia menegaskan, meski secara administratif wilayah Kota Bambu kini terbagi menjadi Kelurahan Kota Bambu Utara dan Kota Bambu Selatan, namun secara sejarah dan ikatan sosial masyarakat tetap satu keluarga besar.

“Buat saya hanya ada satu, yaitu Kota Bambu. Mari warga Betawi terus bersatu dan kompak demi menjaga kelestarian budaya kita,” katanya.

Sementara itu, Camat Palmerah, Febriyadi Suharto, menjelaskan bahwa festival tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta tentang pelestarian budaya Betawi sekaligus persiapan menuju 500 tahun Jakarta pada 2027.

“Festival Dekorasi Kampung Betawi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi upaya menghadirkan kampung Betawi skala kecil sebagai sarana edukasi dan eduwisata bagi anak-anak sekolah serta masyarakat,” ujar Febriyadi.

Tulis Komentar

Komentar