Beranda
Seputar Publik / Berita

Kabut Asap Mulai Selimuti Kalimantan, PTPN IV PalmCo Perketat Patroli dan Mitigasi Karhutla di 4 Provinsi

Hadapi puncak musim kemarau, PTPN IV PalmCo memperkuat sistem deteksi dini berbasis AI, patroli 24 jam, pengelolaan tata air, serta kesiapan sarana pemadaman di 12 kabupaten/kota.
PTPN IV PalmCo memperketat patroli dan kesiapsiagaan mitigasi kebakaran hutan dan lahan di empat provinsi Kalimantan untuk mencegah meluasnya kabut asap selama musim kemarau. PTPN IV PalmCo memperketat patroli dan kesiapsiagaan mitigasi kebakaran hutan dan lahan di empat provinsi Kalimantan untuk mencegah meluasnya kabut asap selama musim kemarau.

Seputarpublik.com || KALIMANTAN – Puncak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena cuaca ekstrem mulai menimbulkan dampak di sejumlah wilayah Pulau Kalimantan. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan mulai menyelimuti beberapa daerah, termasuk Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Timur, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bertambahnya titik panas atau hotspot.

Merespons potensi meluasnya karhutla sebagaimana peringatan yang disampaikan pemerintah, sejumlah entitas usaha yang memiliki wilayah operasional di Kalimantan turut meningkatkan kesiapsiagaan. Salah satunya PTPN IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero), yang memiliki wilayah operasional tersebar di Pulau Kalimantan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan perusahaan telah memantau perkembangan kondisi cuaca dan memperkuat langkah mitigasi sejak awal tahun. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan musim kemarau yang lebih kering serta meningkatnya risiko kebakaran.

“Kami sudah mewanti-wanti seluruh jajaran di lapangan jauh sebelum masuknya musim kemarau. Menghadapi potensi El Nino yang bisa mengganas, pendekatannya tidak bisa lagi reaktif untuk memadamkan api. Kita semaksimal mungkin melakukan langkah preventif secara menyeluruh, termasuk di wilayah sekitar perusahaan sejak fase prabencana,” ujar Jatmiko, Selasa (28/7/2026).

PTPN IV PalmCo memiliki wilayah operasional yang tersebar di 12 kabupaten/kota pada empat provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Luasnya wilayah operasional tersebut mendorong perusahaan menerapkan sistem mitigasi yang terstruktur untuk mencegah kebakaran masuk maupun meluas dari wilayah operasional perusahaan ke area sekitarnya.

Jatmiko menjelaskan, langkah pencegahan yang dilakukan mencakup pemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur agronomi di area perkebunan. PTPN IV PalmCo mengintegrasikan sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terhubung dengan pemantauan titik panas melalui satelit.

“Teknologi pemantauan ini menjadi mata perusahaan dari udara untuk memberikan peringatan dini atau early warning system secara real-time. Namun, sistem secanggih apa pun harus didukung oleh kesiapan infrastruktur di darat,” jelasnya.

Selain pemanfaatan teknologi, perusahaan juga memperketat pengawasan terhadap sistem tata kelola air atau water management, khususnya di wilayah lahan gambut.

Ketinggian muka air tanah dijaga agar kondisi lahan tetap lembap dan tidak mudah terbakar meskipun menghadapi cuaca panas dalam waktu yang cukup panjang.

PTPN IV PalmCo juga menegaskan penerapan kebijakan Tanpa Bakar atau Zero Burning Policy yang mengikat seluruh kegiatan operasional dan mitra kerja perusahaan.

Menurut Jatmiko, penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan perlindungan aset perusahaan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekosistem, kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi.

“Operasional di 12 kabupaten/kota di Kalimantan bersinggungan langsung dengan masyarakat desa dan area hutan. Oleh karena itu, kami memandang pengawasan ini bukan semata-mata untuk mengamankan wilayah operasional PTPN IV, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab bersama agar roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat tidak terganggu seperti pengalaman karhutla yang pernah terjadi di masa lalu,” paparnya.

Jatmiko menambahkan, keberhasilan mitigasi karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor. PTPN IV PalmCo terus memperkuat koordinasi dengan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta Satuan Tugas Karhutla di daerah.

“Kami tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan instansi terkait telah terjalin kuat. Kami juga menyiagakan fasilitas pemadaman untuk turut membantu apabila ditemukan titik api di wilayah sekitar kebun,” tambahnya.

Patroli Lapangan Ditingkatkan Menjadi 24 Jam

Arahan dari manajemen pusat tersebut diterjemahkan menjadi langkah operasional oleh PTPN IV Regional V yang membawahi wilayah kerja perusahaan di Kalimantan.

Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, mengatakan status patroli lapangan telah ditingkatkan menjadi 24 jam penuh di sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Untuk memastikan sumber daya manusia kami siap menghadapi kondisi terburuk, kami secara berkala melakukan peningkatan kapasitas. Baru-baru ini, Regional V menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan atau Bimtek Dalkarhutla di Kalimantan Barat yang diikuti hampir 100 karyawan dari berbagai kebun,” ungkapnya.

Para peserta Bimtek berasal dari tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang menjadi bagian dari unsur kesiapsiagaan perusahaan di lapangan.

Selain melakukan pemantauan melalui menara pengawas, tim tersebut juga melaksanakan sosialisasi dan membangun koordinasi bersama kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa.

“Seluruh perlengkapan pemadaman, mulai dari alat berat untuk membuat sekat bakar atau fire break, armada tangki air, hingga mesin pompa portabel, telah diperiksa dan dipastikan dalam kondisi siap digunakan,” kata Sudarma.

Ia menambahkan, koordinasi langsung dengan aparat keamanan dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan sistem deteksi dini serta respons terhadap potensi kebakaran dapat berjalan secara efektif.

Ancaman karhutla di Kalimantan masih menjadi perhatian seiring berlangsungnya musim kemarau dalam beberapa waktu ke depan. Kesiapsiagaan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran serta meminimalkan dampak kabut asap terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.(Red)*