Seputar Publik / Berita

Kebun Kopi Ijen, Warisan Lebih dari Seabad yang Terus Menghidupi Masyarakat

Dari jejak perkebunan era kolonial hingga pengelolaan PTPN I saat ini, kopi Ijen menjadi perpaduan sejarah, ekonomi, pengetahuan, dan ekosistem yang terus memberi kehidupan di lereng Pegunungan Ijen.
Hamparan kebun kopi di lereng Pegunungan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur. Lebih dari sekadar komoditas, perkebunan kopi menjadi bagian dari sejarah, mata pencaharian masyarakat, pengetahuan lintas generasi, sekaligus ekosistem yang terus dijaga. Hamparan kebun kopi di lereng Pegunungan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur. Lebih dari sekadar komoditas, perkebunan kopi menjadi bagian dari sejarah, mata pencaharian masyarakat, pengetahuan lintas generasi, sekaligus ekosistem yang terus dijaga.

Waktu kemudian berganti. Pemerintahan berubah, perusahaan perkebunan asing dinasionalisasi, dan pengelolaan perkebunan beralih kepada negara.

Perjalanan panjang tersebut kemudian membawa perkebunan ke dalam ekosistem PT Perkebunan Nusantara I (Persero) sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group).

Kopi sebagai Penggerak Ekonomi

Sejarah perkebunan terasa berbeda ketika dilihat langsung dari tengah kawasan Ijen.

Di atas kertas, sejarah mungkin hanya berupa nama dan tahun. Namun, di kawasan perkebunan, sejarah hadir melalui bangunan tua, jalan perkebunan, tanaman kopi, serta kehidupan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di dalamnya.

Di sinilah makna perkebunan negara menjadi lebih luas dari sekadar angka produksi.

Kebun Ijen merupakan ruang ekonomi yang mempertemukan pekerja, masyarakat sekitar, pelaku usaha, pengolah hasil, hingga mata rantai distribusi.

Mulai dari pemeliharaan tanaman, pemanenan, pengolahan, hingga distribusi, perkebunan menciptakan aktivitas ekonomi yang terus bergerak.

Tulis Komentar

Komentar