Tri juga mengapresiasi meningkatnya tingkat literasi keuangan masyarakat berdasarkan sejumlah hasil survei. Hal tersebut tercermin dari semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal. Karena itu, ia berharap kader PKK dapat mengambil peran strategis dalam memperluas edukasi keuangan hingga ke tingkat keluarga.
“Kita diharapkan Tim Penggerak PKK, ibu-ibu sebagai kader PKK menjadi garda terdepan dalam melakukan edukasi pada keluarga tentang pengelolaan keuangan rumah tangga, misalnya menabung, investasi, menghindari utang konsumtif, serta melindungi keluarga dari praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tri turut menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas kolaborasi yang terjalin dalam penyelenggaraan program edukasi keuangan bagi perempuan. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas hingga menjangkau kader PKK di seluruh daerah agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh pemahaman keuangan yang memadai.
“Banyak sekali kader-kader PKK di seluruh Indonesia yang memerlukan edukasi literasi keuangan ini sehingga dapat menyampaikan berbagai peluang dan manfaat pengelolaan keuangan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Komentar