Seputarpublik.com, NEW YORK — Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, menghadiri rangkaian sidang United Nations Commission on the Status of Women ke-70 (CSW70) yang diselenggarakan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.
Sidang CSW70 merupakan forum global tahunan di bawah naungan PBB yang membahas perkembangan kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan di berbagai negara. Forum ini diikuti oleh delegasi dari sekitar 193 negara anggota PBB, lembaga-lembaga PBB, serta berbagai organisasi masyarakat sipil internasional.
Pelaksanaan CSW70 mencakup sejumlah agenda penting, di antaranya peringatan International Women’s Day, Opening Plenary and General Discussion, Ministerial Roundtable Dialogue, serta berbagai side event yang diselenggarakan oleh negara anggota dan organisasi internasional.
Pada tahun ini, forum CSW70 mengangkat tema utama:
“Ensuring and strengthening access to justice for all women and girls, including by promoting inclusive and equitable legal systems, eliminating discriminatory laws, policies and practices, and addressing structural barriers.”
Tema tersebut menekankan pentingnya memastikan perempuan dan anak perempuan memiliki akses yang setara terhadap sistem hukum, perlindungan keadilan, serta penghapusan berbagai hambatan struktural yang masih menghambat terwujudnya kesetaraan gender.
Kehadiran Ketua Umum TP PKK dalam forum ini merupakan bagian dari partisipasi aktif Indonesia dalam memperkuat upaya global terkait pemberdayaan perempuan serta perlindungan perempuan dan anak.
Sebagai gerakan pemberdayaan keluarga berbasis masyarakat yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan, Tim Penggerak PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui penguatan peran perempuan serta perlindungan perempuan dan anak di tingkat komunitas.
Selain menghadiri rangkaian sidang CSW70, Tri Tito Karnavian juga dijadwalkan menjadi panelis dalam side event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 12 Maret 2026.
Forum tersebut akan menghadirkan sejumlah panelis dari berbagai negara, termasuk Filipina, Singapura, dan Arab Saudi, untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam memperkuat akses keadilan bagi perempuan dan anak perempuan.
Melalui partisipasi dalam forum internasional tersebut, diharapkan semakin terbuka ruang kolaborasi dan pertukaran praktik baik antarnegara dalam memperkuat peran keluarga dan masyarakat guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.(red)*