Seputarpublik.com || PONTIANAK, — Kepala Pengamanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pontianak, Khemal Andhika, S.Tr.Pas., melakukan sejumlah langkah pembenahan di bidang pengamanan meski baru beberapa bulan menjalankan tugasnya. Upaya tersebut mencakup penguatan pengawasan fasilitas hunian, peningkatan kedisiplinan petugas, hingga pelaksanaan razia dan tes urine melalui sinergi dengan aparat terkait.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Pontianak, sekaligus mendorong pelaksanaan tugas pengamanan agar berjalan lebih optimal.
Salah satu fokus pembenahan adalah meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Pemeriksaan rutin dilakukan terhadap kondisi barang, fasilitas, serta instalasi di kamar dan blok hunian.
Pemeriksaan tersebut bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memastikan sarana dan prasarana hunian berada dalam kondisi aman dan layak digunakan.
Pengawasan yang menyeluruh tidak hanya berkaitan dengan aktivitas warga binaan, tetapi juga mencakup pemeriksaan fasilitas yang berpotensi menimbulkan kerawanan apabila tidak terpantau dengan baik.
Disiplin Regu Jaga Menjadi Perhatian
Selain pembenahan fasilitas hunian, Khemal Andhika juga memberikan perhatian terhadap kedisiplinan anggota regu pengamanan.
Melalui apel, pemberian arahan, penguatan pelaksanaan tugas, serta pembinaan teknis bersama Kepala Rutan, jajaran pengamanan didorong untuk meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Penguatan tersebut diarahkan pada peningkatan kontrol keliling, ketelitian dalam pemeriksaan, serta kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Kedisiplinan petugas menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan rutan. Pengawasan yang optimal membutuhkan personel yang sigap, bertanggung jawab, dan konsisten menjalankan prosedur yang berlaku.
Melalui penguatan koordinasi dan pengawasan internal, setiap potensi kerawanan diharapkan dapat dideteksi lebih dini sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan.
Gandeng Satbrimob Polda Kalbar dan BNN, Razia Mendadak Digelar
Upaya pembenahan pengamanan juga dilakukan melalui peningkatan sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Untuk memperkuat pengawasan serta mencegah masuk dan beredarnya barang terlarang, termasuk narkoba, jajaran Rutan Pontianak menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Kalimantan Barat dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Pada 22–24 September 2026, razia mendadak dan tes urine dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba serta peredaran barang terlarang di lingkungan rutan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penyisiran kamar dan blok hunian untuk mencari barang-barang yang dilarang berada di dalam rutan, termasuk telepon seluler atau handphone serta perangkat komunikasi lainnya.
Razia dan tes urine tersebut merupakan langkah preventif untuk memperkuat pengawasan, mempersempit peluang terjadinya pelanggaran, serta mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib.
Sinergi dengan aparat terkait juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan. Agar hasilnya dapat dipertahankan, upaya tersebut perlu didukung penerapan prosedur yang konsisten, evaluasi berkala, serta pengawasan berkelanjutan.
GERCEP Khemal Andhika dan Pentingnya Konsistensi Pengamanan
Langkah pembenahan yang dilakukan Khemal Andhika di bidang pengamanan Rutan Pontianak menjadi perhatian, terutama melalui pengawasan fasilitas hunian, penguatan kedisiplinan regu jaga, peningkatan kontrol keliling, serta kerja sama dengan aparat terkait.
Pembenahan sejak awal masa tugas menjadi bagian penting dari upaya mengidentifikasi potensi kerawanan dan mendorong perbaikan di lingkungan kerja.
Meski demikian, keberhasilan pembenahan tidak cukup diukur dari pelaksanaan razia atau pemeriksaan sesaat. Konsistensi pengawasan, kedisiplinan petugas, tindak lanjut terhadap temuan, serta evaluasi berkala menjadi faktor penting untuk memastikan upaya tersebut memberikan dampak berkelanjutan.
Apabila dijalankan secara konsisten dan sesuai ketentuan, langkah-langkah tersebut berpotensi menjadi praktik baik yang dapat dipelajari oleh rumah tahanan negara lainnya.
GERCEP bukan sekadar slogan, melainkan perlu diwujudkan melalui tanggung jawab, disiplin, dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga keamanan serta ketertiban.
Pembenahan yang terukur dan berkesinambungan diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, profesional, dan berintegritas.(Gamaliel)
Bravo Rutan Pontianak!