Seputarpublik.com || JAKARTA — Pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi fokus utama dalam Diskusi Publik bertema Pengelolaan Komunikasi Publik Terkait Program Pendidikan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI secara daring, Senin (15/6/2026).
Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Sohibul Iman menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Menurutnya, setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak, sementara pemerintah berkewajiban menyediakan fasilitas dan akses pendidikan yang memadai. Di sisi lain, masyarakat, khususnya orang tua, memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik.
“Tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anak. Pendidikan merupakan investasi terbaik untuk masa depan keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menunjukkan komitmen melalui alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. Meski berbagai tantangan masih dihadapi, seluruh pihak perlu memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.
Sohibul Iman berharap peningkatan kualitas pendidikan nasional dapat melahirkan SDM yang unggul, kompetitif, dan mampu membawa Indonesia menjadi negara maju di masa depan.
Sementara itu, praktisi komunikasi Usman Kansong menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan melalui berbagai program strategis, mulai dari pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.
Menurutnya, berbagai instrumen pendukung seperti dana abadi pendidikan, dana abadi pesantren, dan dana abadi kebudayaan terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.
“Pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap riset dan inovasi. Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan menghasilkan pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi saat ini didorong menjadi pusat riset dan inovasi yang mampu mendukung program strategis nasional, termasuk di bidang pangan, energi, dan industri.
Melalui diskusi tersebut, para narasumber mengajak masyarakat untuk terus mendukung program pendidikan nasional serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai modal utama dalam menciptakan generasi yang cerdas, berdaya saing, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.
Dengan penguatan pendidikan, riset, dan inovasi yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu membangun SDM unggul sebagai fondasi menuju pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(Red)*