Seputarpublik, Lombok Barat – Permasalahan jasa layanan transportasi di kawasan wisata Senggigi antara pihak Kotasi Senggigi dengan Blue Bird Taksi sampai dengan saat ini masih belum ada solusi penyelesaian yang disepakati bersama oleh kedua belah pihak. Bahkan saat ini muncul permasalahan baru akibat imbas dari perselisihan yang terjadi antara kedua belah pihak (Kotasi Senggigi dengan Blue Bird Taksi).
“Sekarang ini muncul orderan-orderan fiktif yang sangat mengganggu sehingga anggota Kotasi Senggigi tidak dapat bekerja maksimal dan bahkan merugi akibat dari orderan-orderan fiktif tersebut.” ucap Zulkifli, selaku Ketua Kotasi Senggigi.
“Diduga orderan-orderan fiktif tersebut dilakukan oleh oknum-oknum dari Taksi Blue Bird sendiri yang mencoba memancing dan mengganggu anggota Kotasi Senggigi, hal ini diperkuat dengan adanya bukti setelah dilakukan pendalaman/trecking oleh anggota Kotasi Senggigi terhadap nomor kontak yang melakukan order fiktif tersebut diketahui bahwa oknum tersebut adalah salah satu driver dari taksi Blue Bird. Oleh karena itu pihak Kotasi Senggigi akan berupaya menempuh jalur hukum untuk menindak oknum yang melakukan orderan fiktif tersebut sebagai shock terapi dan memberikan efek jera agar tidak terjadi lagi hal semacam ini, namun terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan pihak Dishub Prov. NTB dan Organda Prov. NTB”, tambahnya.
Komentar