Suasana semakin semarak dengan penampilan para seniman senior Betawi seperti Mak Tonah, Munaroh, Sabar Bokir, Burhan, Opi Kumis, Bang Kubil, serta pertunjukan Keroncong Betawi di bawah pimpinan Yoyo Muhtar. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Bang Aden dan Mpo Amira.
Pagelaran budaya tersebut juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 Fauzi Bowo (Bang Foke). Dalam pesannya, ia mengajak masyarakat Betawi untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan.
> "Yang penting masyarakat Betawi harus tetap guyub. Jangan karena sedikit perbedaan kemudian mendirikan kelompok baru. Harus tetap kompak, tetap bersatu," pesannya.
Turut hadir pula delegasi Women International Club (WIC) yang beranggotakan para istri duta besar negara sahabat di Indonesia serta perwakilan Soka Gakkai Jepang, organisasi yang bergerak di bidang perdamaian, pendidikan, dan kebudayaan. Kehadiran tamu internasional tersebut mencerminkan semakin luasnya perhatian terhadap budaya Betawi di tingkat global.
Memasuki usia ke-50, LKB menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan budaya Betawi kepada generasi penerus. Di tengah perjalanan Jakarta menuju usia lima abad dan transformasi sebagai kota global, seni, bahasa, sastra, kuliner, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur masyarakat Betawi diyakini akan tetap menjadi ruh dan identitas Kota Jakarta.(*/hel)
Komentar