Seputar Publik / Berita

LKB Rayakan 50 Tahun, Beky Mardani Tegaskan Budaya Betawi Tetap Jadi Identitas Jakarta Menuju Kota Global

Golden Anniversary Lembaga Kebudayaan Betawi menjadi momentum memperkuat pelestarian seni, bahasa, tradisi, dan regenerasi budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta di tengah transformasi menuju kota global.
Foto bersama Lembaga Kebudayaan Betawi dan Ketua Umum LKB H. Beky Mardani, dalam perayaan 50 Tahun LKB di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, sebagai bagian dari upaya menjaga identitas Jakarta menuju kota global. Foto bersama Lembaga Kebudayaan Betawi dan Ketua Umum LKB H. Beky Mardani, dalam perayaan 50 Tahun LKB di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, sebagai bagian dari upaya menjaga identitas Jakarta menuju kota global.

> "Budaya Betawi sudah teruji mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi di Jakarta. Sejak ratusan tahun lalu budaya Betawi hidup berdampingan dengan berbagai budaya lain dan mampu berakulturasi tanpa kehilangan jati dirinya," ujar Beky.

Ia menilai, status Jakarta sebagai kota global justru menjadi peluang untuk semakin memperkuat eksistensi budaya Betawi sebagai identitas kota.

"Jakarta adalah kota yang terbuka terhadap berbagai budaya dari daerah maupun mancanegara. Namun budaya Betawi selalu mampu berasimilasi dan beradaptasi. Itulah kekuatan budaya Betawi," katanya.

Beky juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menetapkan budaya Betawi sebagai budaya inti Jakarta.

> "Ke depan, meskipun Jakarta menjadi kota global, identitas Betawi tetap menjadi tuan rumah di kotanya sendiri. Kami bersyukur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menegaskan bahwa budaya Betawi merupakan budaya inti Jakarta," ungkapnya.

Selama lima dekade, lanjut Beky, LKB tidak hanya menjadi organisasi pelestari seni dan budaya, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan masukan terkait kebijakan pemajuan kebudayaan.

Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pelestarian seni tradisi, bahasa Betawi, sastra lisan, kuliner, permainan rakyat, pakaian adat, hingga pembinaan generasi muda melalui pendidikan budaya, festival, pelatihan, dan berbagai kegiatan kebudayaan lainnya.

Tulis Komentar

Komentar