Beky berharap penyempurnaan regulasi mengenai pemajuan kebudayaan di Jakarta dapat semakin memperkuat ruang pelestarian budaya Betawi, termasuk bahasa, sastra lisan, permainan tradisional, dan berbagai warisan budaya lainnya.
> "Kami optimistis dengan komitmen Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, pemajuan budaya Betawi akan menjadi bagian penting dalam pembangunan Jakarta sebagai kota global yang tetap berbudaya," tuturnya.
Sementara itu, budayawan Betawi Yahya Andi Saputra mengingatkan bahwa perjalanan panjang LKB tidak dapat dipisahkan dari peran Gubernur DKI Jakarta periode 1966–1977, Ali Sadikin, yang dinilai sebagai tokoh penting kebangkitan budaya Betawi.
Menurut Yahya, semangat yang diwariskan Ali Sadikin terus dijaga melalui berbagai program pelestarian budaya, termasuk menghidupkan kembali tradisi ngebuleng (mendongeng khas Betawi), sohibul hikayat, serta mengaktifkan kembali ajang Abang None Cilik bekerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol.
> "Selama 50 tahun, Lembaga Kebudayaan Betawi telah banyak mendedikasikan program-program kebudayaan bagi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa. Tahun ini kami juga kembali menghidupkan Abang None Cilik yang sempat lama vakum," ujar Yahya.
Sebagai simbol regenerasi budaya, panitia menghadirkan salah satu finalis Abang None Cilik ke atas panggung yang disambut antusias para tamu undangan.
Komentar