> "Komitmen pembinaan karakter dan kecintaan kepada Al-Qur'an harus tumbuh dari lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat," ujar Rano, Rabu (29/7/2026).
Sejarah penyelenggaraan MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta dimulai sejak 27 Juni 2026, ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar MTQ secara serentak di 267 kelurahan sebagai tahapan awal seleksi menuju tingkat provinsi.
Pelaksanaan serentak tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ juga dirancang sebagai sarana pembinaan generasi Qurani sejak tingkat akar rumput sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.
Peserta terbaik dari tingkat kelurahan kemudian melanjutkan seleksi ke tingkat kecamatan, kota administrasi, hingga tampil pada MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta Tingkat Provinsi di Balai Kota.
Selama sepekan pelaksanaan, para peserta mengikuti sembilan cabang perlombaan, yaitu Tilawah Al-Qur'an, Qira'at Al-Qur'an, Hifzh Al-Qur'an, Tafsir Al-Qur'an, Fahmil Al-Qur'an, Syarhil Al-Qur'an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ), Kaligrafi Al-Qur'an, dan Hadis Nabi.
Melalui penyelenggaraan perdana MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta ini, LPTQ bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya berprestasi di arena musabaqah, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat serta mengharumkan nama Jakarta pada ajang MTQ Nasional mendatang.(*/hel)
Komentar