> "Tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada aspek pemasaran, tetapi juga pada ketersediaan bahan baku," ujar Herman.
Ia menjelaskan, serbuk kayu yang menjadi komponen utama media tanam jamur kini semakin sulit diperoleh. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan serbuk kayu dari sejumlah industri yang memanfaatkan limbah tersebut sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Dampaknya, pasokan menjadi terbatas, harga cenderung meningkat, dan proses produksi berpotensi terganggu apabila kebutuhan bahan baku tidak terpenuhi secara berkelanjutan.
Selain persoalan bahan baku, mahasiswa juga menemukan bahwa produk jamur tiram masih dipasarkan menggunakan kemasan sederhana tanpa identitas merek yang kuat serta belum didukung dokumentasi visual yang memadai untuk kebutuhan promosi digital. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membatasi daya saing produk di era pemasaran berbasis media sosial dan marketplace.
Sebagai bentuk pendampingan, mahasiswa memberikan sejumlah rekomendasi, antara lain penyusunan desain logo dan label kemasan yang lebih menarik, pembuatan dokumentasi foto serta video proses produksi sebagai materi promosi digital, dan pemanfaatan platform media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Komentar