Dalam pemaparannya, dosen Program Studi Psikologi Universitas Bina Bangsa menegaskan bahwa pernikahan merupakan salah satu keputusan terbesar dalam kehidupan sehingga tidak cukup hanya didasarkan pada rasa cinta ataupun keinginan sesaat.
"Pernikahan bukan hanya tentang kesiapan usia, tetapi juga kesiapan psikologis. Ketika seseorang memutuskan menikah, ia sedang mengambil keputusan yang akan memengaruhi kehidupannya dalam jangka panjang," ujar dosen Program Studi Psikologi Universitas Bina Bangsa sekaligus Pembina HIMAPSI.
Ia menjelaskan bahwa kesiapan menikah dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kematangan emosional, kemampuan mengelola konflik, keterampilan berkomunikasi, kesiapan menjalankan peran sebagai pasangan, kesiapan ekonomi, hingga kemampuan memikul tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa usia bukan satu-satunya indikator keberhasilan sebuah pernikahan. Yang lebih penting adalah kesiapan individu dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga secara dewasa dan bertanggung jawab.
Komentar