Beranda
Seputar Publik / Berita

Mahfuz Abdurahman: Ketahanan Energi Jadi Kunci Kemandirian dan Daya Saing Bangsa

Anggota Komisi I DPR RI mendorong pengelolaan sumber daya energi secara optimal, pengembangan energi alternatif, dan penguatan kemandirian energi di tengah dinamika geopolitik global.
Anggota Komisi I DPR RI Mahfuz Abdurahman saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema “Ketahanan Energi: Kunci Kemandirian dan Daya Saing Bangsa”, Selasa (4/8/2026). Anggota Komisi I DPR RI Mahfuz Abdurahman saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema “Ketahanan Energi: Kunci Kemandirian dan Daya Saing Bangsa”, Selasa (4/8/2026).

Seputarpublik.com || PEKANBARU – Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus kemandirian bangsa. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara tepat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi I DPR RI Mahfuz Abdurahman dalam diskusi publik yang digelar secara daring melalui Zoom, Selasa (4/8/2026). Diskusi mengangkat tema “Ketahanan Energi: Kunci Kemandirian dan Daya Saing Bangsa.”

Mahfuz mengatakan Indonesia memiliki keunggulan dari sisi kekayaan alam maupun letak geografis. Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi modal penting dalam membangun ketahanan energi nasional.

> “Saya kira tidak ada satu pun yang dari Indonesia kalau kita berbicara tentang keanekaragaman kekayaan alam atau letak Indonesia luar biasa. Apalagi ada tambang, punya pasokan minyak, punya gas. Kita tinggal bagaimana kita bisa kelola dengan baik,” ujarnya.

Pengelolaan Energi Perlu Diperkuat

Menurut Mahfuz, pengelolaan sumber daya energi tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya yang tersedia saat ini. Indonesia juga perlu mengembangkan sumber energi alternatif sekaligus memperkuat kemampuan nasional dalam mengelola energi secara mandiri.

Langkah tersebut dinilai semakin penting di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan maupun harga energi.

Konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia, menurut Mahfuz, menunjukkan bahwa ketahanan energi memiliki keterkaitan dengan kondisi ekonomi dan keamanan suatu negara.

Karena itu, ia mendorong pengembangan berbagai sumber energi yang dapat memperkuat ketahanan nasional.

Mahfuz juga menilai pembahasan mengenai ketahanan energi perlu terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong munculnya gagasan yang dapat diterapkan.

> “Kita juga lagi mengembangkan energi yang bukan akibat dari perang-perang antara Rusia dan Iran, Afrika, antara Israel dengan yang juga di tempat-tempat lain. Tinggal kemudian bagaimana kita kembangkan,” katanya.

Dorong Literasi dan Kemandirian Energi

Diskusi publik tersebut turut menghadirkan Dr. Rahmat Yuliawan dan Dr. Sadkan sebagai narasumber.

Forum tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan dan literasi masyarakat mengenai pentingnya ketahanan energi, sekaligus membuka ruang pembahasan mengenai peluang Indonesia dalam mengoptimalkan potensi energi yang dimiliki.

Mahfuz menilai forum diskusi semacam itu penting untuk memperkaya perspektif mengenai pengelolaan energi nasional.

Dengan pemahaman yang semakin baik dan pengelolaan sumber daya yang tepat, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan kekayaan alam secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian energi.

Upaya tersebut juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi dari luar negeri serta memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik global.(Red)*