Selanjutnya, Rektor UIA, Prof. Dr. H. Masduki Ahmad, SH., MM., memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan MTMB 2026.
Dalam pembukaannya, Rektor UIA menekankan bahwa masa ta’aruf bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus, melainkan menjadi tahapan awal dalam membangun karakter, mental, etika dan kesiapan mahasiswa menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.
Mengenal Sejarah dan Perjuangan Keas-Syafi’iyahan
Materi pertama disampaikan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA), Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., LLM., MBA., dengan materi “Sejarah dan Perjuangan Keas-Syafi’iyahan.”
Dalam pembekalannya, Dailami menegaskan komitmen UIA sebagai perguruan tinggi yang memadukan ilmu dan agama. Prinsip tersebut merupakan bagian dari amanah yang diwariskan sang kakek, ulama KH Abdullah Syafi’i, pendiri UIA.
«“Perpaduan antara ilmu dan agama merupakan jati diri UIA yang harus terus dijaga,” ujar Dailami, yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jakarta.»
Komentar