Abdul Roni mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan beasiswa PATEN dengan serius. Menurutnya, keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan akademik, melainkan juga oleh ketekunan, semangat belajar, dan sikap positif menghadapi tantangan.
“Jangan takut gagal dan jangan berhenti bermimpi. Keberhasilan datang dari upaya perbaikan diri yang terus-menerus,” tambahnya.
Mempersiapkan Talenta yang Adaptif dan Berdaya Saing
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santosa menyampaikan bahwa program PATEN adalah bagian dari strategi perusahaan dalam mencetak kader unggul yang siap menjawab dinamika industri sawit nasional. Dari 153 pendaftar, hanya 15 mahasiswa yang lolos seleksi ketat, menunjukkan ketatnya kompetisi sekaligus potensi besar generasi muda di bidang perkebunan.
“Melalui PATEN, kami ingin membangun talenta yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga karakter kuat dan kesadaran sosial,” kata Jatmiko. Ia menekankan bahwa nilai-nilai integritas, disiplin, dan religiusitas menjadi fondasi utama dalam membentuk tenaga kerja perkebunan masa depan yang berdaya saing.
Menurut Jatmiko, transformasi industri sawit yang berkelanjutan hanya dapat tercapai dengan SDM yang tangguh dan adaptif, yang mampu mendorong produktivitas, efisiensi, serta inovasi.
Beasiswa sebagai Wadah Pembinaan Jangka Panjang
Komentar