Seputar Publik / Berita

PalmCo Kawal Pemulihan Pascabanjir Tapanuli Selatan, Infrastruktur Mulai Pulih

Dukungan berkelanjutan Holding Perkebunan Nusantara percepat normalisasi akses dan kebangkitan ekonomi masyarakat terdampak
Alat berat dikerahkan PalmCo untuk membersihkan akses jalan dan drainase di wilayah terdampak banjir Tapanuli Selatan. Alat berat dikerahkan PalmCo untuk membersihkan akses jalan dan drainase di wilayah terdampak banjir Tapanuli Selatan.

Memasuki fase pemulihan, fokus penanganan bergeser pada perbaikan infrastruktur penopang aktivitas masyarakat. Jalan poros desa serta saluran drainase yang tertutup sedimen menjadi prioritas utama.

Pada tahap ini, PTPN IV PalmCo mengalokasikan dana lanjutan lebih dari Rp700 juta untuk mendukung operasional ekskavator secara intensif sepanjang Januari hingga Maret 2026. Kegiatan difokuskan di empat desa di Kecamatan Batang Toru, yakni Desa Garoga, Mabang Pasir, Benteng, dan Kampung Durian.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pendekatan yang dilakukan perusahaan dirancang berkelanjutan dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Respons awal kami fokus pada penyelamatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, pemulihan infrastruktur menjadi kunci agar masyarakat benar-benar bisa kembali mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan jalan dan drainase merupakan fondasi penting bagi pemulihan jangka panjang, terutama dalam menghidupkan kembali akses ekonomi warga.

Di lapangan, dampak normalisasi infrastruktur mulai dirasakan masyarakat. Pengerahan alat berat membantu membersihkan saluran air serta memperbaiki jalan desa yang sebelumnya tertutup lumpur tebal.

Tokoh masyarakat setempat, Pardikin, menilai kehadiran perusahaan konsisten sejak masa darurat hingga fase pemulihan. “Kami merasakan langsung bantuannya, dari awal sampai sekarang. Yang terakhir ini sangat terasa karena jalan dan parit benar-benar dibersihkan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Nurkim. Ia mengatakan akses jalan yang sempat terputus membuat aktivitas warga lumpuh. “Sekarang jalan sudah bisa dilalui lagi. Kami mulai bisa ke kebun dan ke pasar. Ini yang paling penting untuk kami bangkit,” katanya.

Pemulihan yang berlangsung bertahap ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Normalisasi infrastruktur serta keberlanjutan pendampingan menjadi faktor penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara mandiri.(Adv)*

Tulis Komentar

Komentar