“Kalau ditambah premi, sebulan bisa Rp17 sampai Rp18 juta. Itu semua untuk istri dan anak-anak saya. Pesan saya satu, masa pemanen muda kalah sama yang tua seperti saya,” katanya sambil tersenyum.
Hal senada disampaikan oleh Warham Tanjung dan Dedek Triono yang menilai keluarga menjadi sumber motivasi utama untuk menjaga performa kerja di kebun.
Menurut mereka, apresiasi dari manajemen perusahaan memberikan dorongan moral yang kuat bagi para pekerja lapangan.
“Kami bekerja setiap hari di kebun. Ketika hasil kerja itu dihargai, semangat kami bertambah,” ujar Warham.
Dedek menambahkan bahwa lingkungan kerja yang menghargai kinerja mendorong para pemanen untuk terus menjaga kualitas panen serta disiplin kerja.
“Kalau kinerja diperhatikan, kami merasa punya tanggung jawab yang lebih besar terhadap pekerjaan,” katanya.
Perusahaan Tegaskan Peran Strategis Pemanen
Region Head PTPN IV PalmCo Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan bahwa pemanen merupakan fondasi penting dalam operasional perusahaan.
“Pemanen adalah fondasi operasional. Perusahaan ingin memastikan mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.
Manajemen berharap kisah para pemanen terbaik ini dapat menjadi inspirasi bagi pekerja lainnya sekaligus memperkuat budaya kerja di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara yang menempatkan manusia dan keluarga sebagai bagian penting dari keberhasilan perusahaan.(Adv)*
Komentar