Selain didukung TNI AU pelaksanaan OMC kali ini bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (PT RAI).
Plt Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengatakan OMC hari kedua ini menunjukkan peningkatan curah hujan signifikan di Jawa akibat kelembapan udara yang meningkat dan pengaruh fenomena La Nina.
“Fenomena La Nina yang berstatus lemah cenderung meningkatkan curah hujan. Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di barat Indonesia mendukung pembentukan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lebat,” ujar Budi.
Menurut Budi, pola sirkulasi siklonik terdeteksi di beberapa lokasi juga memperbesar peluang curah hujan tinggi di wilayah tersebut. Berdasarkan pantauan BMKG, prediksi sebaran hujan hari ini cenderung ringan hingga sedang dengan arah angin dari barat laut.
“Curah hujan ringan di Jakarta diperkirakan akan berlangsung hingga 4 Februari. Meskipun cuaca di Jakarta hari ini terbilang ringan, potensi bencana akibat curah hujan yang meningkat tetap menjadi perhatian,” katanya.
Sedangkan, Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta Michael Sitanggang memastikan pelaksanaan OMC yang dilaksanakan pada dasarian pertama Februari 2025, sebagai upaya untuk mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem.
(*/AZ)
Komentar