“Kerja sama ini adalah bentuk sinergi untuk kemaslahatan bersama. Kami mendukung penuh pembangunan infrastruktur krusial seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), fasilitas cold storage, hingga unit feedstock yang ditargetkan dapat beroperasi dalam satu tahun ke depan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Makmun, menyampaikan bahwa proyek ini mendapat perhatian khusus dari Menteri Pertanian, sehingga proses perizinan diharapkan dapat dipercepat.
“Kami sepakat untuk bergerak cepat. Penandatanganan kerja sama di lokasi ini menjadi langkah penting untuk mempercepat seluruh proses perizinan, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Dari sisi mitra, PT Berdikari juga menyatakan kesiapan dalam mendukung implementasi proyek, khususnya pada aspek teknologi peternakan dan distribusi hasil produksi. Sinergi antara pemanfaatan lahan PTPN dan keunggulan teknis mitra dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program hilirisasi ini.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama pengembangan proyek. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Tiran Nusantara Grup, turut memperkuat optimisme bahwa program ini akan menjadi model pengembangan industri peternakan terintegrasi di Indonesia.
Sejalan dengan transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan hilirisasi dan integrasi bisnis menjadi strategi utama dalam menciptakan nilai tambah sekaligus memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(Adv)*
Komentar