Ketua Harian DPP Permata MHT, HM Nuh, menegaskan bahwa Permata MHT bukan organisasi politik.
“Kita harus rukun dan kompak menjaga Jakarta, khususnya masyarakat Betawi, sebagai masyarakat inti penduduk Jakarta. Prinsip kita alon-alon asal kelakon, dengan mengedepankan persatuan melalui kegiatan budaya, sosial, dan religi, kita berharap Jakarta selalu aman damai dan tentram, terlebih Jakarta akan menjadi kota Global yang berbudaya,” ucap HM Nuh.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dewan Pembina Permata MHT, Bang Fauzi Bowo, dan Ketua Umum Permata MHT sekaligus Sekda DKI, H Marullah Matali, yang selalu menekankan agar organisasi tetap konsisten di jalurnya tanpa keberpihakan politik.
Sekjen Permata MHT, H Supli Ali, menambahkan bahwa sejak 2021 Permata MHT telah memiliki akta notaris sebagai landasan hukum, meskipun Permata ada sejak tahun 1976, namun secara legalitas kita baru mengurusnya pada tahun 2021, berkat usaha Bang H Hamzah, yang memang ahli di bidang ini.
“Susunan pengurus juga sudah ditetapkan dengan sekretariat di Jalan Jati Baru, Tanah Abang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi langkah nyata Permata MHT untuk memperluas konsolidasi hingga tingkat kelurahan sekaligus mempertegas peranannya sebagai ormas yang menjaga kebersamaan dan kerukunan warga Jakarta.
Komentar