Menurutnya, agama seharusnya menjadi jalan persatuan, bukan alat untuk saling memukul atau bermusuhan, baik antar umat Islam maupun antar-agama. Ia menekankan pentingnya kembali belajar dari ulama dan sumber-sumber utama ajaran Islam agar umat dapat memahami agama secara lebih mendalam dan dewasa dalam menyikapi perbedaan. Begitu juga di sebuah organisasi.
"Sekarang ini kan fenomenalnya kalau berbeda bikin yang baru, bikin tandingan, kapan bisa bersatu kalau begitu terus," ujar Kyai Didi.
Hayo kita bersatu, hilangkan perbedaan dalam hal apapun, rukun dan damai adalah kunci kesuksesan kita bersama.
Hal lainnya disampaikan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, yang menegaskan komitmennya dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Betawi melalui berbagai program seni dan budaya. Hal ini disampaikan oleh perwakilan Sudin Kebudayaan Jakarta Timur, Paulo Rosi, dalam kegiatan konsolidasi tersebut.
Paulo Rosi menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta bersama Pemkot Jakarta Timur terus mendukung pelestarian budaya melalui fasilitasi ruang berekspresi, pembinaan seni budaya hingga tingkat kelurahan, serta dukungan bagi kelompok kesenian lokal seperti lenong, ondel-ondel, tari topeng, musik gambang kromong dan lain sebagainya.
“Kekuatan kolaborasi merupakan pondasi utama dalam pelestarian warisan budaya. Kami siap berkoordinasi dan bekerja sama untuk memajukan seni dan budaya Betawi,” ujar Paulo Rosi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif, sembari berharap konsolidasi ini menghasilkan rencana kerja sinergis untuk kemajuan bersama.
Senada dengannya, Parza, mewakili Dinas Kebudayaan DKI Jakarta mengatakan, atas nama Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan konsolidasi yang diselenggarakan oleh DPP Permata MHT bersama Korwil Permata MHT Jakarta Timur.
Kami menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan positif ini sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga nilai-nilai kebudayaan Betawi.
"Harapan kami, ke depan program-program DPP Permata MHT dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat bawah. Khususnya dalam bidang kebudayaan, kami percaya kolaborasi yang erat antara pemerintah dan organisasi masyarakat akan menjadi pondasi penting bagi pelestarian dan pengembangan budaya Betawi di tengah dinamika Jakarta sebagai kota global," tutupnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh, KH Nurhasan, H Mursalin MA, H Sarnadi Adam, Ustad Zaini Hamdan, H Tedy, H Yusron Sjarief, H Tanto Tabrani, H Maman Abdurahman, Syahril, Sayadi, Hj Tonah dan Hj Maryati /Munaroh.
(helmi)
Komentar