Seputar Publik / Berita

Pramono Anung Lantik 239 Pejabat Fungsional DKI Jakarta, 150 Guru Perkuat Pendidikan dan Pelayanan Publik

Gubernur DKI Jakarta menegaskan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial menjadi prioritas pembangunan dengan penguatan SDM melalui pelantikan pejabat fungsional dari 19 perangkat daerah
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 239 pejabat fungsional di Balai Kota Jakarta. Sebanyak 150 guru menjadi formasi terbanyak sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 239 pejabat fungsional di Balai Kota Jakarta. Sebanyak 150 guru menjadi formasi terbanyak sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pramono menilai penguatan jabatan fungsional lintas sektor menjadi langkah strategis dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan Jakarta menuju kota global.

Pesan Jaga Integritas dan Profesionalisme

Dalam kesempatan tersebut, Pramono berpesan kepada seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik agar selalu menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat melayani masyarakat.

> "Bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Jagalah marwah yang diberikan kepada Saudara-saudara sekalian. Saya yakin Saudara-saudara mampu memberikan yang terbaik sehingga Jakarta sebagai kota global, kota inklusif, kota yang berbudaya, dan masih menyandang status sebagai ibu kota negara menjadi lebih baik, lebih tertata, dan lebih maju," tuturnya.

Sebagai informasi, 239 pejabat fungsional tersebut berasal dari 19 perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, meliputi Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pembinaan BUMD, Badan Pengembangan SDM, sejumlah biro di Sekretariat Daerah, hingga berbagai dinas strategis seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Sosial, Satpol PP, serta Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Pelantikan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik, seiring transformasi Jakarta menuju kota global yang inklusif, berbudaya, dan berdaya saing.(*/hel)

Tulis Komentar

Komentar