Keberadaan dashboard tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun pola pengendalian yang tidak berhenti pada respons ketika api muncul. Data lapangan dikumpulkan secara terintegrasi agar potensi kejadian dapat segera diketahui, diteruskan kepada pihak terkait, dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
“Yang kami bangun bukan hanya kesiapan ketika api sudah muncul, tetapi sistem pengendalian yang dimulai dari pencegahan, deteksi dini, respons cepat hingga evaluasi. Setiap kejadian harus terpantau, dilaporkan, dan ditindaklanjuti,” tambah Sudarma.
Selain kesiapan personel dan sistem monitoring, PTPN IV Regional V terus memperkuat sarana dan prasarana pengendalian Karhutla serta koordinasi dengan berbagai pihak. Dukungan juga diberikan dalam penanganan kejadian di wilayah sekitar melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan unsur pengendalian Karhutla, sehingga upaya penanganan dapat dilakukan secara bersama dan tidak terbatas pada batas operasional perusahaan.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa pengendalian Karhutla bagi PTPN IV Regional V, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), tidak hanya berorientasi pada perlindungan areal perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung upaya bersama menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat. Dengan 19 regu, 336 personel, dukungan sarana, serta dashboard monitoring yang terintegrasi, perusahaan terus memperkuat kesiapan untuk mencegah, mendeteksi, dan membantu menangani Karhutla secara cepat dan terkoordinasi.(Adv)*
Komentar