“Kami tidak ingin pengendalian Karhutla hanya dipandang sebagai tanggung jawab perusahaan di wilayah operasionalnya. Ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan dukungan, sinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri dan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk melindungi lingkungan dan masyarakat,” ujar Sudarma.
Untuk memperkuat pengawasan, PTPN IV Regional V juga mengoperasikan dashboard monitoring Karhutla sebagai sistem pemantauan dan pelaporan terintegrasi dari unit hingga tingkat regional. Melalui sistem ini, aktivitas patroli, laporan kejadian, status penanganan, hingga klasifikasi lokasi kejadian dapat dipantau secara real time.
Setiap unit menjalankan patroli dalam tiga shift per hari yang terhubung dengan sistem pelaporan. Informasi mengenai kejadian kebakaran dapat diperbarui secara berkala, termasuk status apakah api sudah atau belum dipadamkan serta apakah kejadian berada di dalam maupun di luar areal HGU. Sistem tersebut juga memiliki pembaruan otomatis hingga 90 detik sehingga informasi dari lapangan dapat segera diterima dan menjadi dasar koordinasi penanganan.
Komentar