Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Catat Laba Unaudited Rp6,19 Triliun pada 2025, Naik 65 Persen YoY

Subholding Perkebunan Nusantara di bawah PTPN III (Persero) perkuat kinerja melalui peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan optimalisasi aset
PTPN IV PalmCo mencatatkan laba unaudited sebesar Rp6,19 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 65 persen secara tahunan. Peningkatan kinerja ini didorong oleh strategi peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta optimalisasi pengelolaan aset perusahaan. PTPN IV PalmCo mencatatkan laba unaudited sebesar Rp6,19 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 65 persen secara tahunan. Peningkatan kinerja ini didorong oleh strategi peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta optimalisasi pengelolaan aset perusahaan.

Seputarpublik.com, JAKARTA – PTPN IV PalmCo, subholding perkebunan di bawah PT Perkebunan Nusantara III (Persero), mencatatkan kinerja keuangan yang sangat positif sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan keuangan unaudited, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp6,19 triliun, meningkat 65 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja finansial ini merupakan hasil dari disiplin eksekusi strategi di seluruh lini operasional perusahaan. Senin, (16/3/2026).

“Fokus kami berpusat pada tiga hal utama, yakni peningkatan produktivitas, efisiensi yang tepat, serta optimalisasi aset yang dijalankan secara konsisten. Pencapaian laba unaudited Rp6,19 triliun ini bukan sekadar dampak fluktuasi harga komoditas, tetapi hasil nyata dari transformasi dan perbaikan mendasar dalam cara kerja perusahaan,” ujar Jatmiko. 

Produktivitas Sawit Meningkat

Fundamental operasional yang semakin kuat menjadi dasar utama peningkatan kinerja perusahaan.

Dari sisi produktivitas hulu (on-farm), PTPN IV PalmCo mencatatkan peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) yang mencapai 20,63 ton per hektare, atau tumbuh sekitar 3 persen secara YoY.

Sementara itu, dari sisi hilir atau pengolahan, produktivitas Crude Palm Oil (CPO) menunjukkan kinerja yang lebih tinggi dengan capaian 4,70 ton per hektare, meningkat 9 persen secara tahunan.

Peningkatan tersebut menunjukkan penguatan kinerja operasional di sektor perkebunan maupun industri pengolahan sawit yang dikelola perusahaan.

Efisiensi Operasional Dorong Profitabilitas

Kenaikan laba bersih hingga 65 persen juga dipengaruhi oleh keberhasilan perusahaan dalam menjalankan program efisiensi yang kini menjadi motor utama profitabilitas.

Jatmiko menjelaskan bahwa perusahaan berhasil menekan tingkat kehilangan produksi, meningkatkan rendemen minyak sawit melalui modernisasi pabrik, serta memperkuat digitalisasi proses bisnis untuk meningkatkan pengawasan dan pengambilan keputusan yang lebih efektif.

Dampaknya terlihat pada peningkatan Margin EBITDA yang mencapai 26,05 persen, atau naik 11,44 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, indikator efektivitas pengelolaan aset perusahaan juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Return on Asset Lampaui Target

PTPN IV PalmCo berhasil mencatatkan Return on Asset (ROA) sebesar 7,9 persen, melampaui target awal perusahaan yang ditetapkan sebesar 4,9 persen.

Menurut Jatmiko, tren penguatan kinerja aset ini telah berlangsung secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA PalmCo meningkat sekitar 49 persen. Tren kenaikan ini konsisten sejak 2023, sehingga secara kumulatif dalam tiga tahun terakhir indikator profitabilitas aset meningkat lebih dari dua kali lipat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan ROA menunjukkan bahwa setiap aset yang dikelola perusahaan mampu memberikan nilai tambah yang optimal.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat operational excellence untuk memastikan kontribusi terhadap ketahanan energi dan pangan nasional, sekaligus memberikan dividen terbaik bagi negara,” tutup Jatmiko.(Adv)*