Sebagai alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau, Bambang memaparkan bahwa transformasi yang dilakukan PTPN IV PalmCo telah mengubah pola operasional perusahaan melalui penerapan teknologi digital berbasis data.
Transformasi tersebut mencakup pengelolaan kebun, pemantauan panen, transportasi, pengolahan di pabrik, hingga pengawasan produksi secara real-time melalui pemanfaatan teknologi geospasial, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta dashboard digital terintegrasi.
Menurutnya, sektor perkebunan modern kini berkembang menjadi industri berbasis precision agriculture yang membutuhkan SDM dengan penguasaan teknologi sekaligus kemampuan berpikir adaptif.
> “Transformasi industri tidak bisa dihindari. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan, menguasai teknologi, dan memiliki pola pikir inovatif,” jelasnya.
Selain kompetensi teknis, Bambang juga menegaskan pentingnya karakter sebagai fondasi utama dalam membangun talenta masa depan. Ia menjelaskan bahwa proses rekrutmen di lingkungan BUMN kini tidak hanya menitikberatkan pada nilai akademik atau sertifikasi kompetensi, tetapi juga menilai integritas, etika kerja, serta kemampuan menyelesaikan persoalan melalui implementasi budaya kerja AKHLAK.
> “Attitude adalah fondasi, sedangkan hard skill menjadi akselerator. Keduanya harus berjalan beriringan,” katanya.
Komentar