Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Jalankan Program Penurunan Stunting di Paser, Dukung Visi Indonesia Emas 2045

Melalui program “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”, Holding Perkebunan Nusantara berkolaborasi dengan Pemkab Paser dan BKKBN untuk intervensi gizi, sanitasi, serta pendampingan keluarga risiko stunting
PTPN IV PalmCo bersama Pemerintah Kabupaten Paser dan BKKBN melaksanakan Program Pengentasan Stunting 2026 melalui inisiatif “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”. Program ini menyasar keluarga risiko stunting melalui intervensi gizi, edukasi kesehatan, serta perbaikan sanitasi untuk mendukung generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. PTPN IV PalmCo bersama Pemerintah Kabupaten Paser dan BKKBN melaksanakan Program Pengentasan Stunting 2026 melalui inisiatif “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”. Program ini menyasar keluarga risiko stunting melalui intervensi gizi, edukasi kesehatan, serta perbaikan sanitasi untuk mendukung generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa penanganan stunting dilakukan melalui program berkelanjutan yang berfokus pada perbaikan gizi dan sanitasi di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurutnya, penanganan stunting bukanlah inisiatif baru bagi perusahaan, melainkan komitmen yang telah dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada tahun 2024, bantuan makanan tambahan bergizi menjangkau 1.313 anak, dan meningkat menjadi 2.077 anak pada tahun 2025. Perusahaan juga aktif menjalankan Program Bapak Asuh Anak Stunting,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan konsistensi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

“Generasi sehat adalah fondasi bangsa yang kuat. Kami ingin terus berkontribusi secara konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan balita dan ibu hamil di sekitar wilayah operasional perusahaan,” tegas Jatmiko.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah

Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Timur masih berada di angka 22,2 persen, sedangkan di Kabupaten Paser mencapai 23,4 persen.

Angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional serta ambang batas yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebesar 20 persen.

Tulis Komentar

Komentar