Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa penanganan stunting dilakukan melalui program berkelanjutan yang berfokus pada perbaikan gizi dan sanitasi di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, penanganan stunting bukanlah inisiatif baru bagi perusahaan, melainkan komitmen yang telah dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
“Pada tahun 2024, bantuan makanan tambahan bergizi menjangkau 1.313 anak, dan meningkat menjadi 2.077 anak pada tahun 2025. Perusahaan juga aktif menjalankan Program Bapak Asuh Anak Stunting,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan konsistensi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
“Generasi sehat adalah fondasi bangsa yang kuat. Kami ingin terus berkontribusi secara konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan balita dan ibu hamil di sekitar wilayah operasional perusahaan,” tegas Jatmiko.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Timur masih berada di angka 22,2 persen, sedangkan di Kabupaten Paser mencapai 23,4 persen.
Angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional serta ambang batas yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebesar 20 persen.
Komentar