Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Percepat Hilirisasi Sawit, Siap Groundbreaking Fasilitas Terpadu di KEK Sei Mangkei Pasca Lebaran

Fokus pada produk bernilai tambah tinggi, proyek ini diproyeksikan serap ribuan tenaga kerja dan perkuat rantai pasok industri sawit nasional.
PTPN IV PalmCo tancap gas hilirisasi sawit! Siap groundbreaking fasilitas terpadu di KEK Sei Mangkei pasca Lebaran, proyek ini tak hanya tingkatkan nilai tambah, tapi juga serap ribuan tenaga kerja dan dorong ekonomi daerah. PTPN IV PalmCo tancap gas hilirisasi sawit! Siap groundbreaking fasilitas terpadu di KEK Sei Mangkei pasca Lebaran, proyek ini tak hanya tingkatkan nilai tambah, tapi juga serap ribuan tenaga kerja dan dorong ekonomi daerah.

Salah satu yang dikembangkan adalah pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi produk lanjutan seperti Bio Propylene Glycol (BioPG), yang dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi hingga belasan kali lipat.

“Nilai tambah dari hilirisasi ini bisa meningkat signifikan, dan ini menjadi dorongan utama kami,” ungkap Jatmiko.

Bangun Fasilitas Strategis Bertahap hingga 2028

Pada tahap awal, PalmCo akan membangun sejumlah fasilitas utama yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada akhir 2028. Fasilitas tersebut meliputi pabrik margarin dan shortening dengan kapasitas sekitar 40.000 ton per tahun, serta pabrik Cocoa Butter Equivalent (CBE) dan Cocoa Butter Substitute (CBS) dengan kapasitas sekitar 34.000 ton per tahun.

Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembangunan pabrik biodiesel dengan kapasitas sekitar 450.000 ton per tahun sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional.

Serap Ribuan Tenaga Kerja dan Dorong Ekonomi Daerah

Proyek hilirisasi ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk penyerapan tenaga kerja hingga sekitar 2.900 orang pada fase konstruksi hingga operasional penuh.

“Ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga upaya menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata,” kata Jatmiko.

Keberadaan kawasan industri ini juga diharapkan memicu efek berganda bagi sektor lain, seperti logistik dan usaha kecil menengah di sekitar kawasan.

Perkuat Ekosistem Sawit Nasional

Dari sisi hulu, fasilitas hilirisasi ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sawit rakyat. PalmCo memproyeksikan bahwa pada 2030, fasilitas ini mampu menyerap hingga 2,7 juta ton TBS per tahun, setara sekitar 567.000 ton CPO.

“Dengan hilirisasi ini, kami ingin memastikan hasil produksi petani terserap secara berkelanjutan. Ini penting untuk menjaga stabilitas ekosistem sawit nasional,” tegasnya.

Melalui integrasi dari hulu hingga hilir serta dukungan kebijakan nasional, PalmCo optimistis proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam transformasi industri kelapa sawit Indonesia menuju produk bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan.(Adv)*

Tulis Komentar

Komentar