Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Percepat Peremajaan Sawit Rakyat, 6 Juta Bibit Unggul Disalurkan ke 20 Ribu Petani

Program PSR dorong produktivitas kebun rakyat, perkuat koperasi, dan perluas sertifikasi keberlanjutan RSPO–ISPO di berbagai daerah Indonesia
PTPN IV PalmCo mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat dengan menyalurkan 6 juta bibit unggul bersertifikat kepada lebih dari 20 ribu petani. Program ini memperkuat koperasi, meningkatkan produktivitas, dan mendorong sertifikasi keberlanjutan RSPO serta ISPO. PTPN IV PalmCo mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat dengan menyalurkan 6 juta bibit unggul bersertifikat kepada lebih dari 20 ribu petani. Program ini memperkuat koperasi, meningkatkan produktivitas, dan mendorong sertifikasi keberlanjutan RSPO serta ISPO.

Secara keseluruhan, PalmCo telah menyalurkan sekitar 6 juta bibit unggul bersertifikat untuk mendukung peremajaan di lahan seluas kurang lebih 41.000 hektar, melibatkan lebih dari 20.000 petani di berbagai wilayah Indonesia. Upaya ini diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi daerah sentra sawit.

Perkuat Kelembagaan Petani

Selain distribusi benih, PalmCo menitikberatkan penguatan kelembagaan petani. Saat ini perusahaan mendampingi 93 koperasi sawit dan kelembagaan petani melalui pelatihan teknis budidaya, pembenahan administrasi, serta penerapan manajemen kebun berbasis praktik presisi.

Pendampingan tersebut dinilai penting agar bantuan pemerintah dan akses pembiayaan perbankan dapat dimanfaatkan optimal.

> “Kendala sering kali bukan hanya teknis di kebun, tetapi juga administrasi dan manajemen. Kami dampingi dari hulu hingga hilir,” kata Jatmiko.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia Setiyono mengapresiasi model kemitraan PalmCo. Menurutnya, kepastian pendampingan teknis dan transparansi perusahaan memberi rasa aman bagi petani plasma di tengah tantangan harga dan produktivitas.

Dorong Standar Keberlanjutan

PalmCo juga mendorong petani mitra mengikuti sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Hingga 2025, program sertifikasi mencakup 11.909 hektar lahan milik 5.954 kepala keluarga, memastikan praktik budidaya ramah lingkungan sekaligus membuka akses pasar global.

Pendekatan menyeluruh mulai dari penyediaan bibit unggul, penguatan koperasi, hingga sertifikasi keberlanjutan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun rakyat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Program PSR menjadi langkah strategis menjaga posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan petani di daerah. {red}*

Tulis Komentar

Komentar