Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Percepat Transformasi Digital, 62 Operator Drone Tersertifikasi Perkuat Sistem Pemantauan Kebun Sawit

Integrasi PalmCo Business Cockpit dan Agroview Dorong Pengelolaan Perkebunan Berbasis Data, AI, dan IoT Menuju Agrikultur Presisi Berkelanjutan
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa: Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa: "mempercepat transformasi digital dengan mensertifikasi 62 operator drone untuk memperkuat sistem pemantauan kebun sawit berbasis data. Integrasi PalmCo Business Cockpit, Agroview, AI, dan IoT menjadi fondasi pengelolaan agrikultur presisi yang modern, transparan, dan berkelanjutan.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Transformasi digital di sektor perkebunan terus bergerak cepat. Pasca-merger, PTPN IV PalmCo mempercepat langkah digitalisasi dengan melatih dan mensertifikasi ratusan karyawan sebagai operator drone guna mendukung pengelolaan kebun sawit berbasis data.

Hingga awal tahun ini, puluhan karyawan dinyatakan lulus sertifikasi sebagai pilot drone perkebunan dari ratusan peserta yang mengikuti pelatihan. Secara keseluruhan, terdapat 62 karyawan yang telah tersertifikasi. Program ini menjadi bagian dari pembangunan ekosistem digital terintegrasi yang kini menjadi tulang punggung operasional perusahaan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh kehadiran teknologi, melainkan oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM).

> “Transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan teknologi canggih. Kunci utamanya adalah peningkatan kompetensi SDM. Tanpa operator yang terlatih dan tersertifikasi, sistem tidak akan memberikan nilai tambah optimal bagi perusahaan,” ujar Jatmiko dalam keterangan resmi.


Integrasi Sistem Digital Terpusat

Digitalisasi di PTPN IV PalmCo bertumpu pada sistem terpusat bernama PalmCo Business Cockpit, yaitu dashboard digital yang mengintegrasikan data operasional dari berbagai unit usaha. Sistem ini terhubung dengan platform pemetaan spasial Agroview yang memungkinkan pemantauan ratusan ribu hektare lahan secara hampir waktu nyata (real-time).

Melalui drone yang dioperasikan pilot bersertifikat, data visual dan spasial dari lapangan dikirim langsung ke pusat kendali. Informasi tersebut kemudian diolah untuk mendukung pengambilan keputusan agronomis, mulai dari kebutuhan pupuk, deteksi dini serangan hama, hingga identifikasi potensi penurunan produktivitas.

Di tingkat kebun, perubahan pola kerja mulai terasa. Pemantauan yang sebelumnya mengandalkan patroli manual kini diperkuat dengan citra udara beresolusi tinggi. Anomali di afdeling dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga respons penanganan menjadi lebih terukur dan efisien.

Menurut Jatmiko, integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) juga tengah dikembangkan untuk memperkuat sistem analitik perusahaan.

>“Ini fondasi strategis untuk mewujudkan perusahaan agrikultur kelas dunia dengan tata kelola yang presisi dan modern,” katanya.

Dukungan Danantara dan Penguatan Tata Kelola

Langkah digitalisasi PalmCo turut mendapat perhatian dari Danantara. Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hantoro, menyatakan dukungannya terhadap strategi bisnis sawit terintegrasi yang dijalankan perusahaan, terutama dalam konteks penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi nasional.

Sementara itu, Managing Director Risk Management Danantara, Riko Banardi, yang sempat meninjau langsung implementasi sistem Agroview pada Januari lalu, menilai integrasi mekanisasi, digitalisasi, dan pengembangan SDM telah berjalan selaras.

> “Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan perusahaan menyelaraskan aspek mekanisasi, digitalisasi, dengan pengembangan SDM,” ujarnya.

Di tengah tuntutan global terhadap praktik perkebunan berkelanjutan, pendekatan berbasis teknologi dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Transparansi data dan akuntabilitas operasional menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri sawit nasional.

Transformasi ini menandai babak baru pengelolaan perkebunan sawit nasional—di mana pengambilan keputusan tidak lagi semata bertumpu pada pengalaman lapangan, tetapi pada data yang terukur, terintegrasi, dan berbasis teknologi.

Bagi PalmCo, investasi pada pelatihan drone dan sistem digital merupakan investasi jangka panjang.

> “Digitalisasi adalah kunci keberlanjutan perusahaan. Dengan sinergi teknologi dan SDM unggul, produktivitas bisa ditingkatkan secara berkelanjutan,” tutup Jatmiko. {red}*