Menurutnya, berbagai kritik yang muncul di ruang publik dapat membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan dan melakukan perbaikan terhadap program-program yang sedang berjalan.
Dorong Pemerintah Fokus pada Pemberantasan Korupsi
Jusuf Rizal juga mendorong Presiden Prabowo untuk lebih banyak mendengar masukan dan kritik dari berbagai elemen masyarakat. Ia berharap pemerintah dapat lebih fokus pada upaya pemberantasan korupsi serta memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Prabowo sebagai Presiden harus belajar lebih banyak mendengar, ketimbang selalu memberi statemen baru yang membuat gaduh. Fokus saja berantas korupsi. Bersihkan lingkaran kekuasaan dari abuse of power, untuk meyakinkan rakyat jika Presiden Prabowo sungguh-sungguh memberantas korupsi,” ujar Jusuf Rizal.
Ia juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang menurutnya perlu mendapatkan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Agrinas, dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurutnya, kritik dari pers, pengamat, dan LSM merupakan bagian dari pengawasan publik yang perlu dihormati sepanjang disampaikan berdasarkan fakta, data, dan kaidah yang berlaku.
PWMOI menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak semestinya dipandang sebagai bentuk permusuhan. Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara profesional dan konstruktif dapat menjadi bagian dari mekanisme kontrol sosial sekaligus membantu memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai kepentingan masyarakat.(Red)*
Komentar