Seputar Publik, Kota Bekasi - Suhu politik Partai Golkar Kota Bekasi mulai memanas jelang Musda. Bursa bacalon ketua DPD mulai mengemuka menyusul munculnya dukungan dari Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) kepada Ranny Fahd Arafiq sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi periode 2026–2030.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua SOKSI Kota Bekasi, Abdul Hadie, secara terbuka dalam acara silaturahmi dan halal bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah yang dihadiri Ranny Fahd Arafiq di Graha Swadiri, Bekasi Selatan, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Hadie, dukungan kepada Ranny didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis. Salah satunya adalah rekam jejak dalam kontestasi politik terakhir. Indikatornya terlihat mulai dari capaian elektoral, jaringan politik yang luas, hingga komitmen membesarkan partai.
"Termasuk kemampuan menjaga komunikasi dengan seluruh elemen, termasuk SOKSI,” ujar Hadie.
Sementara itu menanggapi dukungan SOKSI terhadap Ranny, politisi senior Partai Golkar Bekasi yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal, menilai dukungan SOKSI memperkuat posisi Ranny dalam kontestasi internal partai.
Menurut dia, Golkar membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas organisasi, tetapi juga mampu membawa partai kembali menjadi kekuatan dominan di tingkat daerah.
“Target kita jelas, bagaimana Golkar bisa kembali memimpin. Itu membutuhkan figur yang teruji, baik secara elektoral maupun dalam membangun soliditas kader,” tuturnya.
Ia menambahkan, capaian delapan kursi DPRD Kota Bekasi pada Pemilu 2024 menjadi salah satu indikator keberhasilan yang perlu dijaga dan ditingkatkan.
Faisal juga mengingatkan, bahwa tantangan politik di Kota Bekasi tidak sederhana, mengingat jumlah penduduk yang besar serta kompleksitas persoalan perkotaan.
“Ini organisasi besar, bukan sekadar simbol. Dibutuhkan kesiapan penuh, termasuk dari sisi manajerial dan sumber daya,” pungkasnya.
(*)
Komentar