Seputar Publik / Berita

Ratusan Pekerja PTPN IV Cot Girek Datangi Kantor Bupati Aceh Utara, Desak Kepastian Penyelesaian Klaim Lahan

Aksi damai digelar untuk meminta kepastian hukum dan menjaga stabilitas ekonomi ribuan keluarga pekerja perkebunan di Cot Girek.
Ratusan pekerja PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek bersama keluarga menggelar aksi damai di Kantor Bupati Aceh Utara, menuntut kepastian penyelesaian klaim lahan demi menjaga stabilitas pekerjaan dan ekonomi masyarakat Ratusan pekerja PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek bersama keluarga menggelar aksi damai di Kantor Bupati Aceh Utara, menuntut kepastian penyelesaian klaim lahan demi menjaga stabilitas pekerjaan dan ekonomi masyarakat

Hal senada disampaikan Muhammad Yusuf. Ia berharap penyelesaian persoalan dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan hukum agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Masyarakat tidak ingin konflik. Kami ingin hidup aman dan mencari nafkah dengan tenang untuk keluarga,” katanya.

Dalam aksi tersebut, para pekerja juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menjembatani aspirasi mereka kepada pemerintah pusat dan instansi terkait. Mereka berharap terdapat langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian sengketa secara adil dan transparan.

Sejumlah peserta aksi mengaku mulai merasakan tekanan psikologis akibat situasi yang belum menentu. Salah seorang pekerja, Fandi Afrian Rinaldi, mengatakan isu yang berkembang di lapangan membuat masyarakat khawatir terhadap masa depan pekerjaan mereka.

“Sekarang masyarakat mulai tidak tenang. Kami hanya pekerja biasa yang sehari-hari hidup dari pekerjaan di kebun. Harapan kami pemerintah hadir memberikan kepastian agar kondisi sosial tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut para pekerja, stabilitas di lingkungan perkebunan menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga di kawasan Cot Girek dan sekitarnya. Mereka khawatir ketegangan berkepanjangan dapat memicu gangguan sosial di tengah masyarakat.

Tulis Komentar

Komentar