Seputar Publik / Berita

Redam Potensi Konflik Horizontal, Madas Nusantara Dukung Penegakan Hukum Kasus Penganiayaan di Indramayu

Madas Nusantara menegaskan kasus di Rambatan Wetan merupakan persoalan antarindividu dan meminta masyarakat tidak terprovokasi, sementara proses hukum terhadap tersangka M (31) berjalan di Polres Indramayu.
Madas Nusantara Dorong Penegakan Hukum dan Ajak Masyarakat Menahan Diri Usai Insiden di Rambatan Wetan, Indramayu. Madas Nusantara Dorong Penegakan Hukum dan Ajak Masyarakat Menahan Diri Usai Insiden di Rambatan Wetan, Indramayu.

Seputarpublik.com || JAKARTA — Organisasi kemasyarakatan Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara menyatakan dukungan terhadap proses penegakan hukum terkait kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang warga berinisial M (31) di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Madas Nusantara juga mengajak seluruh pihak menahan diri agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik horizontal. Organisasi tersebut menilai perkara yang terjadi perlu dilihat sebagai persoalan antarindividu dan tidak dikaitkan secara umum dengan identitas etnis masyarakat yang terlibat.

Ketua Umum Madas Nusantara, KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, mengatakan pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berkembang akibat informasi atau narasi yang dapat memicu ketegangan antarkelompok masyarakat.

«“Ini masalah pribadi. Tidak terkait dengan urusan etnis Madura dan etnis Indramayu. Sebab ada kelompok masyarakat yang memprovokasi agar masalah kecil digoreng, sehingga menjadi konflik horizontal,” tegas Jusuf Rizal kepada wartawan di Jakarta.»

Tulis Komentar

Komentar