> "Literasi adalah bekal utama menghadapi masa depan. Anak-anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan luas, anak-anak yang gemar menulis akan mampu melahirkan gagasan, sedangkan mereka yang berpikir kritis dan kreatif akan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Karena itu, mari kita mulai dari kebiasaan sederhana: membaca setiap hari, menulis setiap pekan, dan terus berkarya untuk Dharmasraya serta Indonesia," tutur Amar.
Ia menambahkan bahwa sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang tumbuhnya budaya literasi. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, perpustakaan, dan komunitas literasi menjadi faktor penting dalam membangun generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, refleksi, serta komitmen bersama untuk memperkuat budaya baca dan tulis di lingkungan sekolah. Antusiasme peserta terlihat hingga akhir acara, menandai semangat baru dalam mengawali perjalanan mereka sebagai pelajar tingkat SMP.
Melalui program RELIMA Perpusnas RI Goes to School, diharapkan semakin banyak sekolah di Kabupaten Dharmasraya yang mampu membangun ekosistem literasi yang kuat, sehingga lahir generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Red)*
Komentar