Seputar Publik / Berita

RELIMA Perpusnas RI Warnai MPLS UPT SMPN 1 Sungai Rumbai, 198 Siswa Baru Diajak Bangun Budaya Literasi Kritis dan Kreatif

Program RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya Goes to School menghadirkan akademisi UNDHARI Amar Salahuddin untuk menginspirasi peserta didik membangun budaya membaca, menulis, berpikir kritis, dan berkarya sejak hari pertama MPLS.
Sebanyak 198 peserta didik baru UPT SMP Negeri 1 Sungai Rumbai mengikuti program RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya Goes to School dalam rangka MPLS 2026 untuk memperkuat budaya membaca, menulis, berpikir kritis, dan kreativitas generasi muda. Sebanyak 198 peserta didik baru UPT SMP Negeri 1 Sungai Rumbai mengikuti program RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya Goes to School dalam rangka MPLS 2026 untuk memperkuat budaya membaca, menulis, berpikir kritis, dan kreativitas generasi muda.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Sungai Rumbai, Kosasih Efendi, S.Pd., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan literasi sangat relevan untuk membentuk karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

> "Kami menyampaikan terima kasih kepada Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd. yang telah berkenan berbagi inspirasi kepada peserta didik baru kami. Sebanyak 198 siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusias. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya budaya membaca, menulis, berpikir kritis, dan berkarya di lingkungan sekolah sehingga peserta didik memiliki karakter yang kuat sekaligus berprestasi," ujar Kosasih.

Dalam paparannya, Amar Salahuddin menegaskan bahwa generasi muda perlu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bukan sekadar konsumen informasi. Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital menuntut pelajar memiliki kemampuan literasi yang baik agar mampu memilah informasi secara bijak dan tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi yang menyesatkan.

Selain itu, ia juga mengajak peserta didik untuk mencintai budaya serta kearifan lokal Dharmasraya melalui kegiatan membaca, menulis, mendokumentasikan cerita rakyat, hingga menghasilkan karya kreatif yang berangkat dari lingkungan sekitar.

Tulis Komentar

Komentar