“Kami tiba dipelawangan Lima sekitar pukul 18.00 Wita, kemudian menyiapkan perlengakapan seperti Dapur dan tenda sebagai tempat beristitahat sementara melanjutkan perjalanan kepuncak.” jelas Asep Okinawa yang juga menjabat sebagai Pasi Intel Korem 162/WB.
Perjalanan untuk mencapai Puncak Pelawangan Lima kami lalui dengan sukses dalam cuaca yang sangat mendukung.
Namun Tantangan untuk menguji adrenalin justru ketika selesai membangun dapur dan tenda peristirahatan di Pos Pelawangan Lima dimana Kondisi Cuaca mulai berubah drastis.
Sesuai perintah pimpinan, disepakati dari pos Pelawangan Lima setelah sedikit beristirahat, dilanjutkan dengan persiapan kegiatan Akhir yaitu mendaki puncak tertinggi Gunung Rinjani Yang dikenal sebagai Destinasi kebanggaan NTB dan dikenal hingga kemanca Negara.
Pukul 00.00 Wita, dengan suhu udara sekitar ±2°C disertai Kabut tebal dan hujan dengan petir yang cukup beresiko, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Puncak Rinjani setelah semua persiapan rampung.

Rombongan mencapai puncak sekitar pukul 03.00 Dini Hari dan Sukses menancapkan Bendera merah putih dan Duplikasi Tunggul Korem Kebanggaan Korem 162/WB di puncak Rinjani sesuai Harapan.
Dipimpin Langsung Oleh Brigjen TNI Sudarwo Aries Nurcahyo Penancapan Simbol Kebanggaan Berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Dari puncak Rinjani, Danrem berpesan kepada segenap Perwira dan Prajurit Jajarannya agar tetap menghargai jasa para pendahulu dengan tatap terus memupuk tradisi yang dilaksanakan ini sebagai wujud terjalinnya kekompakan ditubuh keluarga besar Korem 162/WB, dan kebanggaan NTB.
Melalui tantangan Medan yang berat disertai cuaca yang kurang bersahabat, akhirnya rombongan Danrem 162/WB, akhirnya mampu menerobos jalur turun dan tiba di Pos Pelawangan Lima Kembali dengan selamat.
(Yyt)
Komentar